Waktu Sholat Dhuha yang Dianjurkan, Berikut Doa dan Keutamaannya

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim).

Selain ibadah sholat wajib 5 waktu, kita juga bisa mengerjakan ibadah sholat sunnah sebagai tambahan amalan. Ibadah sholat sunnah ini boleh dikerjakan dan boleh juga tidak. Jika dikerjakan akan mendapat kebaikan, dan jika dilewatkan tidak akan berdosa. Tapi tentunya akan sayang jika kita melewatkan kesempatan untuk menambah pahala melalui ibadah sunnah ini.

Ini karena setiap sholat sunnah memiliki manfaat dan keutamaan tersendiri bagi manusia. Dan salah satu ibadah sholat sunnah yang manfaat yang luar biasa adalah sholat dhuha.

Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang dikerjakan minimal dua rakaat pada waktu di mana ketika matahari mulai naik kurang lebih tujuh hasta sejak terbit, sampai waktu zuhur tiba. Namun, waktu sholat dhuha ini terkadang masih membuat beberapa orang bingung.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui waktu sholat dhuha yang benar agar dapat lebih termotivasi dan optimal dalam menjalankan ibadah sunnah ini. Berikut ini akan kami sampaikan penjelasan mengenai waktu sholat dhuha beserta dengan doa yang bisa dipanjatkan setelah selesai sholat dan juga keutamaannya.

Baca Juga https://sholatdhuha.com/

Masih ada sebagian orang yang masih bingung dengan waktu sholat dhuha, baik itu waktu awalnya atau pun waktu akhirnya. Dilansir dari rumaysho.com, waktu sholat dhuha dibagi menjadi tiga waktu, yaitu:

Awal Waktu

Waktu sholat dhuha di awal waktu disebutkan setelah matahari terbit dan meninggi. Hal ini dijelaskan dalam hadis dari ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Kerjakan shalat shubuh kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata, “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat, yaitu 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarh Al Arba’in An Nawawiyah)

Akhir Waktu

Waktu sholat dhuha di akhir waktu yaitu dekat dengan waktu zawal, yaitu waktu tergelincirnya matahari ke barat.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Sekitar 10 atau 5 menit sebelum waktu zawal (matahari tergelincir ke barat)”.

Waktu Terbaik

Sedangkan waktu sholat dhuha yang terbaik atau yang utama adalah di akhir waktu, di mana keadaan yang semakin panas. Hal ini dijelaskan dalam hadis berikut,

Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” (HR. Muslim).

Imam Nawawi mengatakan, “Inilah waktu utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Begitu pula ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk shalat Dhuha. Walaupun boleh pula dilaksanakan ketika matahari terbit hingga waktu zawal.” (Syarh Shahih Muslim).

Baca Juga https://tatacarasholattahajud.com/