Tata Cara Sholat Dhuha & Keutamaannya untuk Diajarkan pada Anak

Pendidikan terhadap anak dalam pandangan Islam wajib hukumnya, Bunda. Salah satu bentuk pendidikan tersebut adalah mengajari anak untuk sholat.

Sholat merupakan ibadah wajib yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan rukun dan persyaratan tertentu. Menurut hakikatnya, sholat adalah menghadapkan jiwa kepada Allah SWT, yang bisa melahirkan rasa takut serta bisa membangkitkan kesadaran terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.Sholat merupakan ibadah yang diwajibkan atas setiap umat. Pentingnya mengerjakan sholat dan meninggalkan larangan-Nya memberikan pengertian bahwa sholat adalah ibadah yang esensial dalam kehidupan manusia. Dalil yang mewajibkan sholat dijelaskan dalam surat Al Baqarah: 43, di mana Allah SWT berfirman:

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Artinya:

"Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku."

Di samping itu, ada juga sholat yang sifatnya sunnah, Bunda. Salah satunya adalah ibadah sholat dhuha. Ya, sholat dhuha adalah sholat yang dilakukan ketika matahari sedang terbit sampai menjelang masuk waktu zuhur.

Menurut Syeikh Al Sayyid Sabiq dalam bukunya yang berjudul 'Fiqih Sunnah', waktu sholat dhuha dimulai sejak matahari naik setinggi tombak dan berakhir hingga matahari tergelincir, tapi disunnahkan mengakhirkannya hingga matahari cukup tinggi dan panas sudah terik.

Mengerjakan ibadah sunnah mempunyai nilai lebih di sisi Allah SWT. Sholat dhuha hukumnya sunnah. Mengerjakan sholat dhuha sangat dianjurkan karena keutamaannya. Adapun keutamaan-keutamaan sholat dhuha, meliputi:

  • Sebagai sarana mengingat dan memohon ampunan dari Allah SWT
  • Sebagai sarana mencari ketenangan dan ketentraman hati
  • Sebagai sarana memohon agar dilapangkan rezeki
  • Sebagai sarana membentuk sikap dan budi pekerti yang baik serta akhlak yang mulia.

Tata cara sholat dhuha

Para ulama berbeda pendapat mengenai berapa rakaat yang paling utama sholat dhuha itu dikerjakan. Ada yang mengatakan, delapan rakaat. Dan ada pula yang mengatakan, empat rakaat.

Sebagian ulama mengatakan bahwa sholat dhuha itu tidak ada batasnya. Artinya, orang bebas melakukan berapa rakaat saja. Di antara mereka yang berkata seperti itu, yakni Abu Jafar Ath-Thabari, Al-Hulaimi, dan Ar-Rauyani dari kalangan mazhab Asy-Syafi'i.

Mengenai keutamaan shalat dhuha, telah diriwayatkan beberapa hadits dari Abu Dzarr RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda:

"Bagi tiap-tiap ruas dari anggota tubuh salah seorang di antara kalian harus dikeluarkan sedekahnya tiap pagi hari. Setiap tasbih (subhaanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (Laa Ilaahaillallaah) adalah sedekah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh untuk berbuat baik pun itu sedekah, dan mencegah kemungkaran juga sedekah. Dan semua itu bisa diganti/dicukupi dengan dua rakaat Shalat Dhuha." (H.R. Muslim)

Adapun maksud dari hadits di atas, yaitu setiap hari sendi-sendi yang berada pada tubuh manusia harus mengeluarkan sedekah setiap pagi harinya. Sedekah itu tidak harus berupa materi, tetapi sedekah itu cukup dengan melakukan doa-doa.

Karena tidak semua manusia mampu bersedekah dengan materi, maka sedekahnya cukup dengan sedekah berupa tasbih, tahmid, tahlil, takbir, mengajak seseorang untuk berbuat baik pun itu sudah termasuk sedekah. Tetapi semua itu cukup diganti dengan melaksanakan shalat dua rakaat di pagi hari, yaitu sholat dhuha.

Sholat Dhuha mempunyai beberapa tata cara dalam melaksanakannya. Menurut Syeikh Ubaid Ibnu Abdillah dalam bukunya yang berjudul 'Keutamaan dan Keistimewaan; Shalat Dhuha', tata cara dalam melaksanakan sholat dhuha adalah sama seperti mengerjakan shalat-shalat biasa.

Tata cara sholat dhuha, yaitu setelah berwudlu dengan sempurna, lalu berdiri dengan tegak di tempat yang suci, menghadap kiblat, kemudian niat dalam hati. Nah, Bunda dan Ayah, berikut tata cara sholat dhuha untuk diajarkan ke buah hati:

  • Niat di dalam hati berbarengan dengan takbiratul ihram

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Artinya:

"Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."

  • Membaca doa iftitah.
  • Membaca surat Al-Fatihah.
  • Membaca salah satu surat dari Al-Qur'an. Afdholnya rakaat pertama surah asy-syams dan rakaat kedua surah adh-dhuha. Namun, bagi anak-anak mungkin bisa dimulai dengan surat pendek, ya Bunda.
  • Ruku dan membaca tasbih tiga kali.
  • I'tidal.
  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.
  • Duduk di antara sujud.
  • Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali.
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas.
  • Setelah berdiri dan melaksanakan rakaat kedua, kemudian duduk melakukan duduk tasyahud akhir. kemudian diakhiri dengan mengucap salam dan berdoa.

Pada dasarnya doa setelah sholat dhuha dapat menggunakan doa apa saja, Bunda. Ketika selesai melaksanakan ibadah sholat dhuha, orang tua dapat mengajarkan anak melafalkan doa apa saja yang baik tanpa harus terikat dengan lafal doa tertentu.Selain itu, sholat dhuha dibolehkan untuk berjamaah sebagai untuk pembelajaran. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa sholat sunnah yang utama adalah dilakukan secara mufarid (sendirian). Hal itu jika di sana tidak ada alasan seperti untuk mengajarkan orang lain. Namun jika sholat sunnah secara berjamaah dilakukan dalam rangka pengajaran, maka ini dinilai lebih utama.