Tata Cara Sholat Dhuha Bagi Pemula dan Doa Sholat Dhuha

Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan berharga bagi siapa pun yang hendak berlomba-lomba mencari pahala dan kebajikan di dalamnya. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah pengamalan sholat dhuha

Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang diyakini untuk meminta rezeki kepada Allah. Bahkan sholat dhuha ini sudah diwasiatkan oleh Rasulullah kepada Abu Hurairah untuk dapat dijadikan sebagai amal harian.

"Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan tiga hal padaku: berpuasa tiga hari setiap bulannya, melaksanakan shalat dhuha 

Mengutip dari buku Dahsyatnya Shalat Dhuha: Pembuka Pintu Rezeki oleh Sabil elMa'rufie, berikut ini tata cara sholat dhuha bagi pemula.

Tata Cara Sholat Dhuha Bagi Pemula

1. Ucapkan niat dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram;

2. Membaca doa iftitah;

3. Membaca Surat Al-Fatihah;

4. Membaca salah satu surat dalam Al-Qu'ran (lebih utama membaca Surat As-Syams, kemudian Surat Al-Lail untuk rakaat kedua);

5. Ruku' dan membaca tasbih tiga kali;

6. I'tidal dan membaca tasbih tiga kali;

7. Sujud pertaama dan membaca tasbih tiga kali;

8. Duduk di antara dua sujud dan membaca bacaannya;

9. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali;

10. Tasyahud akhir (rakaat kedua); dan

11. Salam.

Setelah selesai, berikut ini bacaan doa setelah sholat dhuha yang bisa diamalkan.

Doa Sholat Dhuha

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ


Bacaan latin: Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu'asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba'idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita 'ibadikash shalihin.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, keelokan itu keelokan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, jika berada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sulit mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jikajauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keelokan-Mu (Wahai Tuhanku). Limpahkanlah padaku apa segala yang Engkau telah berikan kepada para hamba-Mu yang soleh.

 

Perlu diketahui, jumlah rakaat shalat dhuha ini minimal dilakukan dua rakaat. Adapun untuk maksimal jumlah rakaat, sebagian ulama tidak membatasi, ada yang membolehkan hingga 12 rakaat, tetapi ada pula yang mengatakan bisa lebih hingga waktu dhuha habis. Sholat dhuha pun dilakukan secara munfarid (tidak berjamaah atau sholat sendirian).

Dilansir dari Hafiz Idris Ritonga dalam bukunya yang bertajuk "Sahabat Alam Bercerita", sejak matahari naik hingga condong ke barat adalah rentang waktu pelaksanaan sholat dhuha. Waktu pelaksanaan sholat dhuha lebih baik pada rentang pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB.