Niat Sholat Dhuha, Lengkap dengan Cara, Keutamaan, hingga Doa Dhuha

 Niat sholat dhuha harus diketahui oleh seorang Muslim. Karena sholat dhuha banyak memiliki keutamaan dan keberkahan dalam hidup. Berikut ulasannya.

Dalam Islam juga disunahkan kepada umatnya untuk melaksanakan sholat dhuha. Sebagaimana sholat sunah biasanya, sholat dhuha bisa dilaksanakan maupun tidak. Apabila dilakukan, maka Anda akan mendapatkan pahala, tapi jika tidak dilakukan Anda tidak akan mendapatkan dosa.

Pelaksanaan sholat dhuha memiliki tata cara yang hampir sama seperti sholat sunah lainnya. Tapi, sholat ini sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan didalamnya. Sholat ini juga dikenal sebagai sholat sunah untuk memohon rezeki kepada Allah SWT. Rasulullah juga mewasiatkan kepada umatnya agar sholat dhuha dilaksanakan sebagai ibadah sehari-hari.

Lalu bagaimana niat sholat dhuha?

Keutamaan sholat dhuha

Sholat dhuha memiliki keistimewaan tersendiri. Barangsiapa yang melaksanakan sholat dhuha 4 raka’at maka Allah akan mencukupi kebutuhannya pada hari itu. Tapi, sebagai seorang muslim hendaknya kita tidak mengharapkan hal seperti itu, kita hanya berniat untuk mendekatkan diri kepada Allah karena jika kita dekat dengan-Nya maka Allah akan memudahkan segala urusannya.

Selain itu, dengan melaksanakan sholat dhuha kita akan dibangunkan rumah di surga. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang berbunyi “barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’).

Keutamaan sholat dhuha juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melaksanakan haji dan umroh seperti dalam hadis berikut, diriwayatkan Anas bin Malik ra, Nabi Muhammad SAW bersabda " Barangsiapa melaksanakan shalat subuh berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga terbit Matahari, lalu ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh.” (HR. Tirmidzi).

Sholat dhuha termasuk dalam sholat awwabin atau sholatnya orang-orang yang taat. Maka dengan rutinnya melaksanakan sholat dhuha Anda akan digolongkan sebagai orang-orang yang taat. Abu Hurairah ra meriwayatkan hadis dari Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Tidaklah seseorang menjaga sholat sunah dhuha melainkan ia adalah awwab (orang yang kembali taat). Sholat dhuha ini adalah shalat awwabin." (HR. Ibnu Khuzaimah).

Waktu dhuha

Sholat dhuha dilaksanakan pada pagi hari antara pukul 06.30 sampai puku; 11.00. Waktu tersebut adalah awal mulanya manusia yang hidup dibumi melaksanakan aktivitasnya masing-masing. Mulai dari mencari ilmu hingga mencari rezeki yang telah disediakan oleh Allah di muka bumi ini.

Pada awal hari sebelum melaksanakan aktivitas ini dianjurkan untuk memohon kemudahan kepada Allah yaitu dengan melaksanakan sholat dhuha. Seperti yang terkandung dalam doa sholat dhuha, bahwa semua alam dan isinya adalah milik Allah SWT apapun yang ada di bumi dan di atas langit untuk diturunkan, yang jauh didekatkan, dan yang haram disucikan.

Sholat dhuha merupakan sholat yang dilaksanakan oleh seorang muslim pada saat memasuki waktu dhuha. Waktu dhuha merupakan waktu saat matahari mulai naik kurang lebih sebesar 7 hasta sejak terbitnya hingga waktu dhuhur.

Jumlah rakaat sholat dhuha

Para ulama memiliki pendapatnya masing-masing mengenai berapa rakaat yang paling utama dalam sholat dhuha. Ada yang menyebutkan delapan rakaat dan ada pula yang mengatakan empat rakaat.

Selain itu, Sebagian ulama juga mengatakan bahwa sholat dhuha itu tidak terbatas. Artinya, setiap orang bebas melakukan berapa rakaat saja.

Diantara mereka yang berkata seperti itu adalah Abu Ja?far Ath-Thabari, Al-Hulaimi, dan Ar-Rauyani dari kalangan mazdhab Asy-Syafi?i. Aisyah berkata: “Rasulullah SAW. Biasa melakukan shalat dhuha empat raka’at menambah sekehendak beliau”. (H.R. Muslim)

Niat sholat dhuha

Niat sholat dhuha bisa dibaca dalam hati bersamaan dengan gerakan takbiratul ikhram (Allahuakbar). Adapun niat tersebut adalah:

Ushalli sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata cara sholat dhuha

  1. Membaca niat sholat dhuha setiap 2 rakaat dan 1 salam.

  2. Membaca surat Al Fatihah.

  3. Membaca surat Asy Syamsu pada rakaat pertama, atau bisa juga membaca Qulya apabila tidak hafal surat Asy Syamsu.

  4. Membaca surah Adh Dhuha pada rakaat kedua atau bisa juga membaca Qulhu apabila tidak hafal surat Adh Dhuha.

  5. Rukuk, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud hingga salam yang dilakukan sama seperti sholat pada umumnya.

  6. Menutup sholat dhuha dengan membaca doa. Doa merupakan kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kepada Allah SWT.

Doa setelah sholat dhuha

Setelah sholat dhuha ada bacaan yang biasanya dilafazkan. Meskipun tidak ada doa khusus yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW setelah sholat dhuha. Hal ini yang membuat para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa sholat dhuha dalam kitab fiqih. Tapi ada doa sholat dhuha yang sering digunakan oleh umat muslim di seluruh dunia setelah selesai sholat dhuha.

Doa tersebut adalah:

Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.